User Tools

Site Tools


panduan:panduan_penggunaan_sedot

Panduan Penggunaan Sedot

Dalam proses mirroring, dahulu repo UGM menggunakan script buatan sendiri yang di cron (dijadwalkan). Kelemahan dari script tersebut adalah kesulitan dalam melihat log dari proses mirrorring. Untuk itu sekarang menggunakan script sedot yang dibuat oleh Fajran. Kelebihan dari script ini adalah dapat melihat log proses mirroring secara lebih mudah. Tidak hanya itu tapi juga dapat menampilkan besar ukuran dari repositori yang dimirror.

Konfigurasi paket

Dalam sedot, konfigurasi sebuah paket diletakkan di folder pkgs/ dan terdiri atas berbagai file. Yang dimaksud paket di sedot adalah kumpulan konfigurasi untuk suatu repositori. Misalnya kumpulan konfigurasi untuk repositori ubuntu maka kumpulan ini di sedot dinamakan paket ubuntu.

Cara-cara menggunakan sedot

Install Script Sedot

Unduh terlebih dulu script sedot dari launchpad, setelah itu akan terbentuk direktori sedot. Berikut perintahnya :

$ sudo apt-get install bzr
$ bzr branch lp:sedot

Konfigurasi sedot untuk memirror menggunakan debmirror

  1. Masuk direktori pkgs. Disana tersedia berbagai macam direktori contoh. Karena akan menggunakan debmirror maka salin direktori ubuntu-hardy-using-debmirror menjadi nama paket yang ingin anda mirror. Misalnya ubuntu-debmirror.
  2. Masuk ke direktori ubuntu-debmirror. Disana akan ditemukan banyak file yang punya fungsi berbeda-beda.
    • cron : deklarasikan waktu untuk melakukan mirroring repositori. Format penulisan waktu sama seperti format crontab
    • debmirror.arch : arsitektur yang dikehendaki untuk dimirror. Contoh : i386, amd64
    • debmirror.dist : distribusi yang dikehendaki untuk dimirror. Contoh : hardy,hardy-updates, hardy-security, intrepid, intrepid-updates, intrepid-security
    • debmirror.method : metode debmirror yang ingin digunakan. Tersedia http, ftp, dan rsync.
    • debmirror.root : root direktori tempat paket repositori yang akan dimirror. Misalnya untuk ubuntu di repo.ugm.ac.id/ubuntu/ maka root-nya menjadi /ubuntu/
    • debmirror.section : section repositori yang akan dimirror. Untuk ubuntu tersedia main, multiverse, universe, restricted
    • method : metode sedot yang akan dipakai. Tersedia debmirror
    • name : nama repositori yang akan ditampilkan di log/status
    • source : sumber repositori. Contoh : repo.ugm.ac.id
    • target : terget direktori untuk menaruh hasil mirroring. Misalnya : /media/repo/ubuntu/
    • url : berisi daftar url untuk menuju langsung ke repositori yang sudah dibuat
  3. Setelah selesai, kemudian lanjut ke direktori nodes/. Salin direktori yang tersedia disana kemudian ganti namanya menjadi nama baru untuk repo anda. Nama direktori baru harus sesuai dengan;
    $ hostname -f
  4. Isi file pkgs di dalam direktori nodes/ dengan paket yang ingin dilakukan mirroring, nama didalam file ini harus sesuai dengan nama direktori di folder pkgs. Contoh diatas adalah ubuntu-debmirror;
  5. Kemudian lanjutkan dengan memanggil
    $ ./bin/update-crontab

    untuk memperbarui crontab.

  6. Agar report/laporan/status/log dapat terbuat maka tambahkan
    $SEDOT_BASE/bin/make-report

    dan waktu eksekusinya dalam format crontab di

    nodes/[hostname]/cron

    Contoh penambahannya :

    0 * /4  * * * $SEDOT_BASE/bin/make-report

    (yang artinya lakukan pembuatan report setiap 4 jam). Setelah memasukkan tambahan tadi ada baiknya lakukan update-crontab lagi;

  7. Agar dapat terbuat juga laporannya masukan nama paket yang dimirror ke etc/report.pkgs;
  8. Lakukan percobaan dengan menjalankan perintah
    $ bin/sedot --dry-run nama-paket

    Sebagai contoh

    $ bin/sedot --dry-run ubuntu-debmirror

Konfigurasi sedot untuk memirror menggunakan rsync

  1. Masuk direktori pkgs. Disana tersedia berbagai macam direktori contoh. Untuk contoh penggunaan rsync dapat menggunakan direktori apache;
  2. Masuk ke direktori apache. Disana akan ditemukan banyak file yang punya fungsi berbeda-beda;
    • cron : deklarasikan waktu untuk melakukan mirroring untuk paket. Format penulisan waktu sama seperti format crontab
    • method : metode sedot yang akan dipakai. Sebagai contoh : rsync. Untuk metode lainnya tersedia di bin/get.namametode
    • name : nama repositori yang akan ditampilkan di log/status
    • rsync.exclude : berisi keterangan berkas/direktori apa saja yang tidak akan dilakukan rsync
    • source : sumber repositori. Contoh : repo.ugm.ac.id
    • target : target direktori untuk menaruh hasil mirroring
    • url : berisi daftar url untuk menuju langsung ke repositori yang sudah dibuat
  3. Setelah selesai, kemudian lanjut ke direktori nodes/. Salin direktori yang tersedia disana kemudian ganti namanya menjadi nama baru untuk repo anda. Nama direktori harus sesuai dengan nama hostname ;
    $ hostname -f
  4. Isi file pkgs di dalam direktori nodes/ dengan paket yang ingin dilakukan mirroring, nama didalam file ini harus sesuai dengan nama direktori di folder pkgs. Contoh diatas adalah ubuntu-debmirror;
  5. Kemudian lanjutkan dengan memanggil
    $ ./bin/update-crontab

    untuk memperbarui crontab;

  6. Agar report/laporan/status/log dapat terbuat maka tambahkan
    $SEDOT_BASE/bin/make-report

    dan waktu eksekusinya dalam format crontab di

    nodes/[hostname]/cron

    Contoh penambahannya :

    0 */4 * * * $SEDOT_BASE/bin/make-report

    (yang artinya lakukan pembuatan report setiap 4 jam). Setelah memasukkan tambahan tadi ada baiknya lakukan update-crontab lagi;

  7. Agar dapat terbuat juga laporannya masukan nama paket yang dimirror ke etc/report.pkgs;
  8. Lakukan percobaan dengan menjalankan perintah :
    $ bin/sedot --dry-run nama-paket

    sebagai contoh :

    $ bin/sedot --dry-run ubuntu-debmirror

Referensi

panduan/panduan_penggunaan_sedot.txt · Last modified: 2013/11/01 09:27 (external edit)