panduan:panduan_administrasi_desktop_linux_ubuntu

Panduan Administrasi Desktop Linux Ubuntu

Selain Anda menggunakan Sistem Operasi sebagai alat bantu pekerjaan, Anda juga dituntut untuk dapat merawat dengan baik Sistem Operasi yang telah terinstal beserta aplikasi-aplikasi yang diinstal di dalamnya, sehingga Sistem Operasi mampu memberikan kinerja yang optimal saat digunakan. Tentunya Anda harus tahu bagaimana fungsi-fungsi administrasi yang ada di Sistem Operasi.

Di Ubuntu Linux dan kebanyakan Sistem Operasi Bebas lainnya sudah menggunakan grafik sebagai antar muka pengguna (Graphic User Interface), begitu pula untuk pengaturan administasi sudah menggunakan grafik, walau untuk pengguna tingkat lanjut bisa menggunakan perintah teks (command line) di Shell. Secara bawaan Ubuntu Desktop menggunakan Lingkungan Desktop GNOME sebagai antar muka, dan Ubuntu merupakan salah satu distro Linux berbasis Debian. Jika Anda pernah menggunakan Sistem Operasi Bebas menggunakan GNOME dan berbasis Debian, tentunya tidak terlalu menemui kesulitan saat melakukan fungsi-fungsi administrasi di Ubuntu Desktop atau sebaliknya, hanya saja para pengembang Ubuntu atau disto Linux lainnya menyertakan aplikasi tersendiri untuk melakukan proses administrasi, misalkan Ubuntu menyediakan aplikasi “Ubuntu Software Center” yang hanya ada di distro Ubuntu Linux.

Sistem Operasi yang digunakan adalah Ubuntu 10.04, untuk versi sebelumnya proses administrasi hampir sama, begitu juga dengan distro Linux lain yang menggunakan GNOME dan Debian.

Personalisasi

Ada baiknya ketika Anda selesai melakukan instalasi, lengkapi data diri ke dalam Sistem Operasi yang terinstal di komputer Anda. Dalam personalisasi data, Anda dapat mengisi data Kontak (Contact), Alamat (Address), dan Informasi Pribadi (Personal Information). Aplikasi untuk melengkapi data personal dapat diakses dari menu “System > Preferences > About Me”

Lengkapi data personal Anda di Sistem Operasi

Selain data pribadi pengguna, Anda dapat melihat Username yang digunakan dalam Sistem Operasi dan merubah Password dengan menekan tombol “Change Password”.

Tampilan

Bekerja dengan komputer desktop yang sudah berbasis grafis, tentu kebanyakan pengguna memperhatikan bentuk tampilan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, terutama jika pekerjaan yang menuntut berhadapan dengan komputer sepanjang waktu kerja, kenyamanan menjadi bagian yang diperhatikan. Komputer desktop modern biasanya mengijinkan pengguna untuk mengatur sendiri bentuk tampilan seperti apa yang diinginkan, walau biasanya Sistem Operasi manapun memberikan bentuk tampilan yang sudah dirancang sedemikian rupa agar diterima semua lapisan pengguna.

Yang termasuk ke dalam bagian tampilan meliputi Themes (Tema Tampilan), Background Desktop (Latar Belakang Desktop), Fonts (Mengatur Huruf), Monitor Resolution (Resolusi Monitor), dan Desktop Effect (Efek Desktop). Di Ubuntu, tampilan bisa diatur sedemikian rupa dengan aplikasi “Appearance”, Anda dapat mengaksesnya dari menu “System > Preferences > Appearance”. Appearance

Appearance digunakan untuk mengatur Theme, Font, Background dan Desktop Effect

Dalam “Appearance”, masing-masing fungsi mengatur tampilan dibagi menjadi 4 bagian yang dipisahkan dalam Tab di Jendela Aplikasi, di antaranya:

  • Theme, Anda dapat mengatur tema tampilan apa yang diinginkan untuk komputer desktop. Tema Tampilan meliputi bentuk Jendela Aplikasi, Icon dan Panel. Ubuntu 10.04 memberikan dua tema baru yang dapat mempercantik dekstop bernama “Ambiance” dan “Radiance”, di mana tema “Ambiance” sebagai tema bawaan saat Ubuntu 10.04 telah terinstal.
  • Background, mengatur latar belakang (background) desktop, Anda dapat mengganti gambar-gambar yang nyaman untuk latar belakang dan mengatur warnanya.
  • Fonts, jika ukuran huruf (font) di aplikasi-aplikasi tidak sesuai dengan keinginan, pada bagian ini ukuran hutuf (font) dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Visual Effects, Graphic Card (Kartu Grafis) keluaran terbaru biasanya sudah mendukung efek 3D di desktop, bagian ini digunakan untuk mengatur efek-efek menarik untuk desktop Anda.

Yang harus diperhatikan dalam memilih bentuk tampilan selain kebutuhan dan keinginan juga kemampuan komputer yang digunakan, menggunakan efek 3D akan menguras memori dan prosesor komputer menjadi lebih besar, begitu juga memilih latar belakang atau tema tampilan dapat mempengaruhi penggunaan memori.

Di bagian aplikasi lain pengguna juga dapat mengatur resolusi monitor (Monitor Resolution) yang dipakai, aplikasinya dapat diakses melalui menu “System > Preferences > Monitor”. Ukuran resolusi yang disediakan sesuai dengan kemampuan monitor dan kartu grafis yang digunakan, pengguna dapat memilih resolusi mana yang cocok dan nyaman dipakai ketika sedang bekerja di depan komputer.

Mengatur resolusi monitor

Aplikasi Startup

Secara bawaan, Sistem Operasi telah memasang aplikasi-aplikasi yang berjalan secara otomatis ketika pengguna masuk ke Lingkungan Desktop, proses ini dinamakan “Startup Applications”, biasanya aplikasi-aplikasi yang berjalan secara otomatis saat masuk ke Lingkungan Desktop adalah aplikasi yang berjalan di belakang (Background Application), bisa dalam bentuk Services (Aplikasi yang Melayani) dan tidak ada tampilan antarmuka dalam bentuk grafis, seperti aplikasi untuk mengecek printer, USB, Bluetooth dan lain sebagainya.

Anda dapat mengatur sendiri aplikasi-aplikasi atau service apa saja yang ingin dijalankan atau tidak saat masuk ke Lingkungan Desktop, melalui menu “System > Preferences > Startup Applications”.

Mengatur aplikasi-aplikasi yang berjalan saat proses startup

Semakin banyak aplikasi-aplikasi yang berjalan saat masuk ke Lingkungan Desktop (proses startup), semakin banyak pula menguras memori dan prosesor serta loading awal, oleh karena itu Anda bisa mengaktifkan atau menonaktifkan aplikasi-aplikasi yang berjalan saat startup berlangsung sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Misal komputer Anda tidak mempunyai fitur Bluetooth, Anda bisa menon-aktifkan aplikasi layanan Bluetooth.

Suara

Selain sebagai alat bantu bekerja, komputer sekarang digunakan juga sebagai hiburan, untuk mendengarkan lagu atau memutar video. Salah satu fungsi administrasi yang berkaitan dengan multimedia adalah pengaturan suara (Sound). Anda dapat menjalankan aplikasi untuk mengatur suara dengan mengakses menu “System > Preferences > Sound”.

Mengatur suara (Sound)

Tentunya pengaturan suara dapat berfungsi ketika perangkat keras kartu suara (Sound Card) yang terpasang di komputer dikenali oleh Sistem Operasi. Anda dapat mengatur Hardware (Perangkat Keras) kartu suara, mengatur input (masukan) atau output (keluaran), mengatur volume suara, sampai mengatur tema suara.

Screensaver

Untuk mengamankan komputer Anda ketika sedang tidak digunakan dapat menggunakan Screensaver. Biasanya Screensaver aktif ketika tidak ada aktifitas yang dilakukan pada komputer, bisa berupa screen blank (layar kosong) atau animasi. Untuk mengatur Screensaver dapat dilakukan dari menu “System > Preferences > Screensaver”. screensaver

Pengaturan Screensaver untuk mengamankan komputer ketika tidak digunakan

Di pengaturan Screensaver, Anda bisa memilih tema Screensaver yang diinginkan, secara bawaan tema Screensaver di Ubuntu 10.04 adalah blank screen (layar kosong). Anda juga dapat mengatur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan Screensaver ketika tidak ada aktifitas, dan mengatur apakah ingin mengunci Lingkungan Desktop.

Utiliti Disk

Salah satu bagian yang cukup vital dalam sistem komputer adalah tempat penyimpanan atau sering disebut disk, karena di bagian ini lah data-data pekerjaan Anda disimpan. Kini banyak sekali jenis-jenis tempat penyimpanan, mulai dari harddisk, USB Flashdisk, Flash memory dan lain sebagainya. Karena bagian yang vital, tentunya pengguna wajib untuk memperhatikan kondisi tempat penyimpanan, apakah masih layak, adakah bad sector di harddisk anda, partisi mana saja yang telah dibuat dan lain sebagainya. Pada bagian ini, fungsi untuk mengetahui keadaan tempat penyimpanan dapat dilakukan di “Disk utility”, dan dapat diakses dari “System > Administration > Disk utility”.

Disk Utilty merupakan utilitas yang disediakan untuk monitoring hardisk beserta partisinya.

Pencetakan printer

Bagian lain dalam proses komputerisasi yang juga harus diperhatikan adalah proses percetakan. Perangkat keras yang biasa digunakan untuk melakukan proses percetakan adalah Printer (mesin pencetak). Secara bawaan, ketika printer dipasang ke komputer, Sistem Operasi secara otomatis menditeksi adanya perangkat keras printer yang dipasang, kemudian mencari driver yang menghubungkan printer agar dapat melakukan proses percetakan melalui Sistem Operasi yang dipasang. Fungsi untuk mengatur proses percetakan dapat diakses di “System > Administration > Printing”. printing

Printing digunakan untuk mengatir sistem pencetakan

Anda dapat melihat jenis printer apa saja yang telah terpasang dan siap dipakai, menambahkan printer baru seperti printer jaringan dan lain sebagainya.

Pengelolaan Aplikasi (Instal / Remove)

Setiap distro Linux yang diinstal di komputer, selalu menyertakan aplikasi-aplikasi yang sering dipakai oleh pengguna. Anda bisa menginstal aplikasi lain yang tidak disertakan di Sistem Operasi ketika pertama kali diinstal atau menghapus aplikasi-aplikasi yang tidak dibutuhkan, proses ini bisa disebut Pengelolaan Aplikasi.

Distro Linux mempunyai sistem pengelolaan aplikasi yang sering disebut Package Manager (Pengelola Paket), dan setiap distro Linux bisa berbeda-beda. Di distro Linux berbasis Debian, aplikasi Package Manager berbasis grafik adalah Synaptic Package Manager, sedang di Ubuntu 10.04 ada aplikasi pengelolaan aplikasi yang lebih memudahkan pengguna yaitu “Ubuntu Software Center”. Di Ubuntu 10.04 (atau versi sebelumnya), baik aplikasi “Ubuntu Software Center” maupun aplikasi “Synaptic Package Manager”, kedua-duanya dapat digunakan untuk mengatur aplikasi-aplikasi di komputer.

Langkah awal dalam mengelola aplikasi-aplikasi komputer adalah menentukan Sumber Perangkat Lunak (Software Sources). Saat pertama kali menginstal Sistem Operasi, Sumber Perangkat Lunak yang dipakai adalah CD / DVD yang digunakan untuk menginstal, tentunya aplikasi-aplikasi bawaan dalam CD / DVD instalasi tersebut terbatas. Untuk menambahkan aplikasi-aplikasi yang tidak ada pada CD / DVD instalasi, Anda dapat menambahkan repositori distro Linux yang Anda gunakan, bisa bersumber dari Internet jika komputer Anda selalu terhubung ke Internet, atau bisa melalui DVD repositori. Aplikasi untuk mengatur Sumber Perangkat Lunak bisa diakses dari menu “System > Administration > Software Sources”.

Mengatur Sumber Perangkat Lunak

Selanjutnya setelah proses penambahan Sumber Perangkat Lunak berhasil, Anda bisa mengatur aplikasi-aplikasi yang siap diinstal atau ingin dibuang melalui “Ubuntu Software Center” di Ubuntu dengan mengakses menu “Applications > Ubuntu Software Center”. software-center

Ubuntu Software Center untuk mengatur aplikasi-aplikasi dalan Ubuntu

Untuk distro Linux berbasis Debian (dan juga Ubuntu yang berbasis Debian), untuk melakukan pengelolaan aplikasi dapat menggunakan “Synaptic Package Manager”. Anda dapat mencari aplikasi apa yang ingin Anda instal, kemudiannya memilihnya untuk diinstal di Sistem Operasi.

Synaptic Packet Manager untuk mengelola paket-paket aplikasi untuk disto Linux berbasis Debian

Memonitor Sistem

Apakah aplikasi yang Anda jalankan menjadi berat atau tiba-tiba membeku seketika. Hal tersebut bisa terjadi karena terlalu banyak aplikasi yang dijalankan atau memori serta prosesor komputer Anda terkuras oleh aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan di Sistem Operasi. Untuk memantau aplikasi yang sedang berjalan, berapa memori yang telah terpakai atau berapa daya prosesor yang terpakai, semuanya bisa dilihat dengan aplikasi “System monitor”. Anda bisa mengakses aplikasi ini dari menu “System > Administration > System monitor”

System Monitor untuk memantau aplikasi-aplikasi yang berjalan, serta melihat penggunaan memori, prosesor dan jaringan

Sumber Referensi

panduan/panduan_administrasi_desktop_linux_ubuntu.txt · Last modified: 2013/11/01 16:27 (external edit)

Page Tools